JAMBIIN.COM
Minggu, 26 Juli 2026 - 03:26 WIB

Menguras Air Mata, Ratusan Peserta Terharu di Acara Peluncuran Buku Jejak Langkah Ayah

Evan Saputra | 25 Juli 2026 - 06:32 WIB
Menguras Air Mata, Ratusan Peserta Terharu di Acara Peluncuran Buku Jejak Langkah Ayah

JAMBI – Suasana haru menyelimuti ruang virtual Zoom pada Sabtu (25/07/2026) pagi. Ratusan peserta yang hadir dalam acara peluncuran dan bedah buku berjudul "Jejak Langkah Ayah di Masa Sulit Kami" tampak tak kuasa menahan emosi saat menyimak kisah nyata perjuangan seorang ayah menembus batas kemiskinan.

Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini membedah karya inspiratif dari Dr. Anwar, S.Pd.I., M.Pd.I. Bukan sebuah karya fiksi, buku ini merupakan potret realita tentang perjuangan keluarganya di masa lalu yang penuh dengan air mata dan pengorbanan.

Buku ini merekam jejak langkah Almarhum Hasan Latif, seorang buruh tani serabutan di Desa Sebukar Kabupaten Kerinci. Dalam pemaparannya, Anwar menceritakan kenangan pedih saat masa sulit keluarganya demi menyambung nyawa.

Banyak pembaca dan peserta yang hadir mengaku ikut menitikkan air mata saat membaca dan mendengar kisah tersebut. Sang penulis sendiri mengakui bahwa proses penulisan buku ini sangat menguras emosi batinnya.

"Jujur, saat memindahkan kepingan memori ini menjadi deretan kalimat, saya tak terhitung berapa kali harus berhenti mengetik, menutup laptop, dan mengusap air mata karena tak sanggup melanjutkannya. Kami sendiri yang mengalami rasa lapar dan penderitaan itu," ungkap Dr. Anwar dengan suara bergetar di hadapan ratusan audiens.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa buku ini ditulis bukan sekadar untuk meromantisasi penderitaan masa lalu, melainkan sebagai media dakwah. "Pesan utamanya adalah, bahwa kemiskinan dan penderitaan seberat apa pun bukanlah alasan bagi kita untuk menggadaikan keimanan, apalagi sampai meninggalkan tiang agama," tegasnya.

Menariknya, antusiasme peserta yang luar biasa memancing sebuah kabar gembira di tengah acara. Anwar membocorkan bahwa buku setebal 132 halaman dengan 17 bab ini sejatinya belum memuat seluruh detail kisah haru keluarganya.

"Masih sangat banyak cerita-cerita haru dan detail perjuangan yang belum tersampaikan karena keterbatasan waktu. Insyaallah, ke depannya saya akan melanjutkan kisah nyata ini ke dalam versi Novel yang lebih mendalam, dengan kisaran lebih dari 350 halaman. Nantikan kelanjutannya dalam beberapa bulan ke depan," pungkasnya yang disambut apresiasi hangat dari para peserta.

Peluncuran buku "Jejak Langkah Ayah di Masa Sulit Kami" ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan literasi, melainkan berubah menjadi momen refleksi massal. Sebuah pengingat universal bagi siapa saja, bahwa di balik setiap kesuksesan seorang anak, selalu ada keringat, darah, dan doa orang tua yang tak pernah putus menembus langit.(***)


Fitur komentar sedang dalam pemeliharaan.