JAMBIIN.COM
Minggu, 02 Agustus 2026 - 04:16 WIB

BPDP dan BBPMKP Resmi Gelar Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun Angkatan II Kabupaten Sarolangun

Khotib Syarbini | 31 Juli 2026 - 10:56 WIB
BPDP dan BBPMKP Resmi Gelar Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun Angkatan II Kabupaten Sarolangun
Peserta Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun Angkatan II Kabupaten Sarolangun

Jambiin.com–Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) kembali menggelar Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun Angkatan II bagi pekebun asal Kabupaten Sarolangun. Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Jambi, Jumat (31/7/2026) tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP).

Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia perkebunan melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi, serta membangun semangat kebersamaan di kalangan pekebun agar mampu menghadapi tantangan sektor perkebunan yang semakin dinamis.

Ketua Penyelenggara, Renata Dayang Naguratta Damanik, SP., M.M, mengatakan penyelenggaraan pelatihan merupakan bentuk komitmen BPDP bersama BBPMKP dalam mendukung peningkatan kualitas SDM perkebunan di Indonesia.

"Tahun 2026 merupakan tahun kelima BPDP kembali mempercayakan BBPMKP untuk menyelenggarakan program peningkatan kompetensi SDM perkebunan," ujar Renata dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, pelatihan dilaksanakan selama enam hari, mulai 31 Juli hingga 5 Agustus 2026. Secara keseluruhan terdapat 119 peserta yang dibagi ke dalam empat angkatan. 

Dua angkatan berasal dari Kabupaten Sarolangun dengan jumlah 60 peserta, sedangkan dua angkatan lainnya berasal dari Kabupaten Tebo dengan total 59 peserta. Satu calon peserta asal Tebo tidak dapat mengikuti pelatihan karena meninggal dunia.

Menurut Renata, pelatihan tidak hanya difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis peserta, tetapi juga membangun karakter kebersamaan dalam kelompok tani sehingga mampu memperkuat organisasi pekebun di daerah.

"Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pentingnya kebersamaan dalam kelompok, memperkuat kelembagaan pekebun, meningkatkan kemampuan membangun kemitraan usaha, serta memperluas jejaring kerja sama," katanya.

Ia menambahkan, seluruh materi pelatihan mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 40/Kpts/KB.020/E/05/2025 yang meliputi peningkatan kesadaran kelompok, kemitraan usaha pekebun, pengelolaan kelompok, membangun jejaring, dinamika kelompok, penguatan penumbuhan kebersamaan pekebun, hingga overview dan integrasi.

Seluruh proses pembelajaran didukung oleh fasilitator dan narasumber yang kompeten, di antaranya praktisi Dr. Ir. Bambang Budhianto, serta perwakilan dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sarolangun, Dinas Perkebunan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tebo, serta BBPMKP Ciawi.

Seluruh proses pembelajaran menggunakan pendekatan pendidikan orang dewasa (andragogi) melalui metode ceramah, diskusi, simulasi, permainan, mini outbound hingga praktik sehingga peserta dapat memahami materi secara lebih efektif.

Sementara itu, Kepala BBPMKP Sukim Supandi, S.Sos., M.M, menyampaikan apresiasi kepada BPDP yang kembali mempercayakan BBPMKP sebagai penyelenggara Program Pengembangan SDM Perkebunan.

Menurutnya, tahun 2026 menjadi tahun kelima pelaksanaan program yang telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas SDM perkebunan di berbagai wilayah Indonesia.

"Pengembangan sumber daya manusia merupakan fondasi utama pembangunan perkebunan. Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat meningkatkan kompetensi, memperkuat kelembagaan, serta mampu mengembangkan usaha perkebunan yang lebih profesional, mandiri, adaptif, dan berdaya saing," ujar Sukim.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perkebunan Provinsi Jambi serta Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan Pemerintah Kabupaten Tebo yang telah mendukung proses seleksi hingga pengiriman peserta sehingga kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.

Sukim menilai sektor perkebunan memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional karena mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan devisa negara, sekaligus mendukung pembangunan wilayah.

Meski demikian, sektor tersebut juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, dinamika pasar global, perkembangan teknologi, hingga meningkatnya persaingan usaha. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas SDM menjadi investasi penting untuk memperkuat daya saing perkebunan Indonesia.

Pelaksanaan pelatihan ini juga sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pengembangan SDM, Penelitian dan Pengembangan, Peremajaan, serta Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit.

Di akhir sambutannya, Sukim berharap seluruh peserta Angkatan II mampu memanfaatkan pelatihan untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, membangun jejaring antarkelompok pekebun, serta menjadi agen perubahan di daerah masing-masing.

"Setelah kembali ke daerah, kami berharap Bapak dan Ibu menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan pengetahuan dan praktik-praktik terbaik kepada pekebun lainnya, sehingga manfaat pelatihan ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," tutupnya. (*)


Fitur komentar sedang dalam pemeliharaan.